DRAMA NATAL: WARISAN MEMBAWA PERPECAHAN
Update 30 nov 2024 (not yet final)
Penulis: PWS
Tema: Kasih Kristus memulihkan keluarga yang tercerai-berai karena harta.
Durasi: ±20
menit
Pemeran: 6 orang + 1
list lagu digunakan ( pls ditambahkan amang st sigian )
- Sulangon mangan (scene 1)
- Hidup Ini Adalah Kesempatan. (Scene4)
- So tung tarlalap
Prooperti belum lengkap :
layar1 : susana di luar gereja
layar2 : susana di dalam rumah saat natal
layar3 : ......( ditambah after latihan perdana )
Note : kapan latihan perdana dan terakhir ? bahan diskusi
Daftar Pemeran:
1. Ibu
berusia 88 tahun, lembut ,keibuan , sedang sakit tidak bisa berjalan normal
2. James
– Anak sulung, pensiunan, kerasl kepala , capek mengurusi ibunya dirumahnya
selama sakit
3. Jahotler – Anak kedua, paling aktif di gereja, ngak pernah jenguk ibu kecuali natal dan
ultah.
4. Jumaga – Anak ketiga, pekerja keras
tapi emosional. Mandiri, punya banyak Gojek - ngak pernah jenguk ibu kecuali Natal dan ultah.
5. Joko – Anak bungsu, paliung mandiri
suka ke LN sama istri , merasa dikadali oleh kakaknya merebut wrisan
ortu. Namanya dari isnpirasi gubernur jokowi
6. Istri James – Cerewet, sering memprofokasi suami biar
rebut selalu biar jadi parumaen kesayangan Inang.
Lagu:
- Pembuka
& Penutup: ( Sotung tarlalap )
- Lagu
Refleksi: Hidup Ini Adalah Kesempatan
ADEGAN 1 – PEMBUKA (dekor outdoor gereja ) Hanya di layar tangkap .standing layar /drone
(0:00 -
1:20)
0.3'' opening
(Lampu temaram. Musik “Sulangan Mangan ” versi lembut.
Si ibu berjalan pelan dengan tongkat dari arah kiri panggung, memegang tas & alkitab .)
Tiaman (pelan, berbicara sendiri):
“Aku sudah tua... kakiku sakit, tapi hatiku lebih sakit lagi.
Anak-anakku yang dulu kupeluk dengan doa, sekarang saling na so hasea ,
(Suara Gosip di gereja)
Nunga roa Muse barita anakon di gereja . Malia Hian au o Tuhan
Natal mau datang...tapi di rumahku tak ada damai.Natal u u u u..”
(Si ibu Niat menelpon si tulang )
ito , ha kabr mu ? nga masihol ahu bah
tulang : "hm mm ( meng iyakan)"
Tiaman : "nga marbadai berem "
Tulang : "Hm " "nga marsahit ahu sounari , 2 x saminggu cuci darah hape dang boi ahu mardalan denggan . "
Tiaman : "sai hatop malum ma ito"
ADEGAN 2 – SURAT GUGATAN
(Rumah James . Ia duduk membaca
amplop. Istrinya masuk terburu-buru.)
Istri James : “James ! Ini apa? Dari pengadilan?” Gilak si
adik mu
James ( gelisah ):
“Surat panggilan... dari adikku sendiri. Dia gugat warisan rumah mama.”
Istri James : “Pantas saja! Si Joko itu memang aneh.
Bini-nya pun bukan orang Batak, Dang mar- adat !”
James : “Sudahlah. Biar kami selesaikan saja ..
ADEGAN 3 – TELEPON TAK TERJAWAB
(James mencoba menelpon ibunya. Tak tersambung. Ia
gelisah.)
James : “Kenapa mama tak angkat? Jangan-jangan
dengar gosip dari gereja...”
Istri James (berbisik):
“Abang, aku curiga deh. Si Joko itu… bukan anak kandung. Kenapa namanya
Joko, bukan nama Batak? Aneh kan?”
James (marah):
“Jangan bicara sembarangan! Walau dia adopsi, dia tetap adik kita!”
ADEGAN 4 – KABAR DARI KAMPUNG
(Jahotler dan Jumaga duduk bersama,
[ saling bertanya uda dengar si bang james mau dipenjarakan si adik ? ]
[ semua pusing]
[Jahotler membuka ponsel.]
Jahotler: “Kau dapat kabar ini? Tulang kita di Cianjur
sakit keras.”
Jumaga (menatap layar): “ngak , oh Iya... dia dulu bantu biaya sekolah kita.
Sekarang sekarat, sudah anak lima anaknya .
BPJS-nya gak aktif. Kasihan kali...”
Jahotler: “Dan kita di sini sibuk rebutan rumah mama.” ampun deh....
(Musik Hidup Ini Adalah Kesempatan mulai
pelan, dinyanyikan salah satu pemain atau rekaman.)
Music : “Hidup ini adalah
kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan...”
ADEGAN 5 – PERTEMUAN NATAL
(properti disiapkan : 4 kursi + 1 kursi roda+ meja + kue natal + dll)
(dekor pohon
terang dan suasana natal pernik) Layar gambar foto ( ayah ibu )+ jendela + pohon Natal
(Seluruh keluarga berkumpul di rumah Tiaman. Suasana tegang.)
[ semua pura 2 baik dulu, istri james cari muka mesra dengan mertuanya]
[mulai memanas ......musik ?? .....]
Joko:
“Abang-abang! Aku cuma minta keadilan. Kenapa semua warisan diambil bang James
?” Dimana keadilan dong"
James ( datang dari pintu masuk gereja - menuju meja dan menepuk meja): “Karena aku yang rawat mama! Kau ke mana
selama ini?” bodat kalian. " habis duit pensiunku beli obat , tiket penang bolak balik , hotel , dan semuanya......
[ james menunjuk ke joko] kau hanya jalan jalan ke eropa dan amerika , kayak burung aja sana sini"
[ james menunjuk ke Jahotler ] kau juga hanya gereja aja terus terus - "
[ james menunjuk ke Jumaga] kau hanya gojek saja kau urus , kayak asap aja dijalanan "
Jahotler: “Sudah! Jangan di depan mama seperti ini!”
(Tiaman menangis di kursi roda.)
Tiaman: “Cukup! Warisan yang kalian cari itu...
hanya tanah dan batu.”
“Tapi warisan yang kupunya—kasih Tuhan—yang kalian buang jauh-jauh!”
Jahotler buka youtube tidak sengaja terkesan
ada lagu ( Sotung tarlalap ) , terhanyut lirik
lagunya ttg harta di potibion .
[( < )Soundnya Dikeraskan biar mereka
bisa dengar ]
Jumaga : “itu lagi koor Ama kami buat Natal Ama besok
“ -
“ini partitur nya terbawa “ - “yg mimpin
st Alex sinaga “
“Ampun Tuhan
, ini seperti menegor kita ya , mak ? “
Si ibu hanya
menagis, “sadarlah kalian anakku ……..” (
teriak haru)
ADEGAN 6 – Tulang datang mendadak (dekor back ground
di Rumah sakit , tempat tidur , tiang infus , monitor jantun , Oksigen
tabung , dokter , perawat)
Hanya di layar tangkap .standing layar drone
Tulang datang bawa deke ke itonya
kaget si ibu dan menagis senang
Tulang mulai buka suara menegor bere berenya, supauya sadar orang kaya tp jahat kesaudara sendiri
minta ampun ke tulang dan maman ya , menagis
ADEGAN 7 – Mendadak sakit karena bahagia damai
Si inag bilang mauliate Tuhan , nunga ringkot be anakon ki
di bahen Ho sadarion
dikirim ho kristus dihami sadarion. u .....u....
“Anakku... jangan lagi rebutkan warisan dunia. Rebutlah kasih Kristus, itu warisan yang sejati.”
James : "
|
Ampun Mak , kami semua
anak mama tidak akan ribut lagi warisan karena aku ganti bukan nama aku lagi
, tapi nama Tulang |
musik .....sedih ( Andung Anak Siapudan…)
Jahotler (terpukul): “mama... meninggal.”
James (berbisik):
“Kita terlambat... andai saja kita tdk ribut warisan itu .”
ADEGAN 8 – PENUTUP
(Lampu redup. Semua
berdiri melingkar, memegang lilin kecil. Lagu Sai Ingotma dinyanyikan bersama.)
( lagu : So tung tarlalap )
Jahotler: “Harta bisa habis, tapi kasih Tuhan kekal
selamanya.”
b
Catatan Teknis
- Gunakan
pencahayaan hangat (kuning keemasan) untuk adegan damai & Natal.
- Siapkan
satu ponsel berbunyi sebagai properti pesan WA.
- Waktu
latihan: minimal 2 kali run-through, fokus di emosi dan timing lagu.

Komentar
Posting Komentar